-->

Dosen ditangkap KPK kok Mahasiswa demo Gulingkan Prabowo Gibran ! Gimana Sih ?

 Dosen Unsoed Ditangkap KPK, Mahasiswanya Demo Gulingkan Prabowo-Gibran: Ada Apa Gerangan?

By: Tim MPA Official


Warga MPA Official yang budiman, akhir-akhir ini berita politik lagi rame-ramenya. Dua isu besar bikin publik heboh: penangkapan Rektor Unsoed oleh KPK dan demo mahasiswa yang teriak "Gulingkan Rezim Prabowo-Gibran". Dua peristiwa ini kok berbarengan ya? Ada apa gerangan? Yuk, kita bedah! 😄

Dosen ditangkap KPK kok Mahasiswa demo Gulingkan Prabowo Gibran ! Gimana Sih ? 


Babak 1: Dosen Unsoed Ditangkap KPK

Siapa Dia?

Namanya Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng. — Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Beliau adalah guru besar bidang peternakan yang baru saja kembali terpilih untuk periode 2026-2030 dengan perolehan 87 suara di senat. Bahkan baru dilantik pada 19 Mei 2026.

Tapi semua berubah pada Kamis, 20 Agustus 2026, ketika KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menangkap beliau di Purwokerto.

Kasusnya Apa?

KPK menetapkan Akhmad Sodiq sebagai tersangka bersama lima orang lainnya. Kasusnya: dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Modusnya? Ada dugaan "jual beli kursi" untuk calon mahasiswa, terutama di Fakultas Kedokteran. Ini bukan hanya ulah individu, lho.

Pengamat pendidikan Rakhmat Hidayat menyebut polanya "sistemik dan berjemaah":

· Rektor memberikan akses otorisasi sistem penerimaan

· Wakil Rektor memerintahkan perantara mematok tarif

· Kepala Bagian menampung setoran

· Bahkan Wakil Rektor Bidang Keuangan ikut diamankan

Rakhmat Hidayat dengan tegas mengatakan: "Inilah yang saya sebut sebagai perilaku 'jemaah elite' pejabat kampus... memperjualbelikan sesuatu yang paling sakral dalam pendidikan tinggi, keadilan seleksi."

Mahasiswa Unsoed Demo: "Reformasi Kampus!"

Menyusul penangkapan ini, ratusan mahasiswa Unsoed menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat pada Senin, 24 Agustus 2026. Mereka membawa spanduk dan poster kritis, bahkan dosen dan staf kampus memasang pita hitam sebagai simbol duka atas runtuhnya marwah kampus.


Delapan Tuntutan Mahasiswa Unsoed:

Pertama, transparansi UKT dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Kedua, reformasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Ketiga, evaluasi seluruh birokrasi yang punya kewenangan. Keempat, sistem keterbukaan anggaran yang bisa diakses sivitas. Kelima, forum pertanggungjawaban terbuka dalam 14 hari. Keenam, laporan perkembangan pembenahan setiap 3 bulan. Ketujuh, forum pengawasan bersama setiap semester. Kedelapan, rektorat mengkaji tuntutan dalam 3 hari.

Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, menegaskan aksi ini bukan hanya soal Rektor Sodiq, tapi soal reformasi sistem kampus.


Babak 2: Demo Mahasiswa "Gulingkan Prabowo-Gibran"

Sementara di Purwokerto mahasiswa demo soal kampus, di berbagai daerah lain mahasiswa demo dengan tuntutan yang lebih "besar": menggulingkan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Apa Isu yang Mereka Suarakan?

Di Medan, mahasiswa dari GMNI membentangkan spanduk: "Gulingkan rezim Prabowo-Gibran. Kembalikan supremasi sipil."

Alasan mereka: kebijakan dianggap tidak berpihak pada rakyat, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kenaikan harga BBM non-subsidi, TNI terlalu masuk ke ranah sipil (program MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih), dan rencana penambahan batalyon TNI di setiap kabupaten/kota.

Ketua DPC GMNI Kota Medan, Damses Sianturi, bilang: "Ini puncak dari keresahan mahasiswa... kita melihat ketidakmampuan rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dalam memimpin bangsa ini."

Di Lumajang, mahasiswa bahkan membawa boneka jelangkung bergambar Prabowo-Gibran dalam aksi mereka.

Demo Ini Terkait dengan Kasus Unsoed?

Nah, ini pertanyaan besarnya, MPA Official!

Berdasarkan penelusuran, demo "gulingkan" ini sudah terjadi sejak Juni 2026, jauh sebelum Rektor Unsoed ditangkap pada Agustus 2026. Jadi, dua peristiwa ini punya akar masalah yang berbeda.

Demo "Gulingkan Prabowo" sudah terjadi sejak Juni 2026 dengan isu utama kebijakan pemerintah, militerisasi, dan ekonomi. Sementara OTT Rektor Unsoed terjadi pada 20 Agustus 2026 dengan isu utama korupsi penerimaan mahasiswa. Dan demo Mahasiswa Unsoed terjadi pada 24 Agustus 2026 dengan isu utama reformasi tata kelola kampus.

Yang Perlu Diluruskan

Pertama, demo mahasiswa Unsoed fokus ke kampus, bukan ke Istana. Demonstrasi di Purwokerto pada 24 Agustus 2026 memang tidak terkait dengan isu "gulingkan Prabowo-Gibran". Fokusnya adalah reformasi internal Unsoed pasca-OTT KPK.

Kedua, kasus Unsoed adalah masalah sistemik pendidikan. Pengamat Rakhmat Hidayat menilai kasus ini menunjukkan bobroknya integritas moral elite kampus dan rapuhnya marwah akademik. Ini bukan cuma soal oknum, tapi krisis kelembagaan di dunia pendidikan tinggi.

Ketiga, demo "gulingkan" sudah ada sebelum kasus Unsoed. Demo mahasiswa dengan tuntutan "gulingkan rezim" sudah bergulir sejak pertengahan 2026, dengan akar masalah yang berbeda, seperti militerisasi dan ekonomi. Salah satu pemicunya adalah revisi UU TNI yang memungkinkan perwira aktif menduduki jabatan sipil.


Ada Apa Gerangan?

Jadi, MPA Official, ada dua gelombang yang berbeda tapi sama-sama menunjukkan krisis kepercayaan.

Pertama, krisis kepercayaan terhadap institusi pendidikan tinggi, yang terbukti dengan kasus korupsi "jual beli kursi" di Unsoed.

Kedua, krisis kepercayaan terhadap pemerintahan, yang terbukti dengan gelombang demo "gulingkan" di berbagai daerah.

Dua isu ini tidak saling berkaitan secara langsung, tapi sama-sama jadi cermin keprihatinan publik terhadap kondisi bangsa saat ini.


Yang Tak Boleh Dilupakan

Di tengah rame-rame demo dan kritik, ada juga warga yang memilih jalan lain. 500 warga Kebumen bahkan siap berangkat ke Jakarta untuk mendukung program pemerintah dan menolak aksi provokasi. Mereka mendukung MBG, swasembada pangan, dan perbaikan distribusi pupuk, tapi tetap meminta evaluasi dan pengawasan.


Kesimpulan: Dua Isu, Satu Amanat

Warga MPA Official yang budiman, dua isu ini mengingatkan kita pada satu hal penting: transparansi dan akuntabilitas itu bukan pilihan, tapi keharusan.

Untuk kampus, jangan biarkan "jual beli kursi" merusak masa depan generasi muda. Untuk pemerintah, jangan biarkan kebijakan dianggap tidak berpihak pada rakyat. Untuk mahasiswa, teruslah kritis, tapi jangan rusak fasilitas umum. Untuk kita semua, jadilah warga yang cerdas dan tetap jaga persatuan.

Eeh satu hal yang tidak kalah pentingnya ( busset kata katanya udah kaya pak Anies ya 😄😄😄 ). Tidak satupun demo yang digelar mahasiswa menyuarakan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Asset oleh DPRRI .

Yang jelas, MPA Official: ini saatnya semua pihak introspeksi. Bukan saling menyalahkan! 😄🔥


Bagaimana pendapat kalian, MPA Official? Komen di bawah! 😄


Daftar Sumber Referensi

1. Gelombang Demo Makin Meluas, Mahasiswa Medan Bentangkan Spanduk Gulingkan Rezim Prabowo-Gibran - Tribun-medan.com

2. Mengenal Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Ditangkap KPK - TvOneNews

3. 500 Warga Kebumen Pergi ke Jakarta, Dukung MBG dan Tolak Aksi Provokasi - Banyumasekspres

4. Mahasiswa Unsoed Demo Gedung Rektorat, Desak Evaluasi Total usai OTT KPK - iNews

5. Penyebab Mahasiswa Demo di Kodim 0201 Medan - Tribun-medan.com

6. KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dalam 13 Lainnya OTT Perkara Korupsi - Radar Jogja

7. Meme Generation Fights Militarization - ISEAS Publishing

8. Paska Rektor Unsoed Kena OTT KPK, Mahasiswa Desak Reformasi Sistem Kampus - Tribunjateng.com

9. Mahasiswa di Lumajang Bawa Boneka Jelangkung Gambar Prabowo-Gibran - Tribun-medan.com

10. Kasus OTT Rektor Unsoed Masalah Besar Dunia Perguruan Tinggi - Inilah.com

11. Isu Politik-Hukum Terkini: Rekening Donasi Demo 27 Agustus Diblokir - BeritaSatu.com

12. Pasca-Rektor Ditangkap KPK, Mahasiswa Unsoed Desak Reformasi Kampus - Tribunnews.com


MPA Official - Media Politik Asik yang Nggak Bikin Pusing! 😄

Previous article
Next article

0 Response to "Dosen ditangkap KPK kok Mahasiswa demo Gulingkan Prabowo Gibran ! Gimana Sih ? "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel