Hadapi Sidang, Roy Suryo dan Dokter Tifa Berjuang Sendirian. Kemana Pendukungnya?
Roy Suryo dan Dokter Tifa Mulai Ditinggalkan Pendukungnya?
By: MPA Official
Kadang MPA yang kece badai! Isu ijazah yang dulu digaungkan Roy Suryo dan Dokter Tifa, kini mulai kehilangan "panasnya". Keduanya malah sibuk dengan urusan hukum, dan publik mulai bosan dengan drama yang berlarut-larut. Ada yang mulai ditinggalkan, ada juga yang mulai beralih ke "pemain baru". Yuk, kita bedah! π
![]() |
| Hadapi Sidang, Roy Suryo dan Dokter Tifa Berjuang Sendirian. Kemana Pendukungnya? |
Roy Suryo: Kini "Terjebak" di Sidang Pokok Perkara
Roy Suryo, yang dulu vokal dengan tuduhan ijazah palsu Jokowi, kini harus berurusan dengan sidang pokok perkara. Upaya praperadilan yang dilakukannya berjilid-jilid akhirnya "mentok". Pengacara Jokowi, Firman Pangaribuan, menyebut bahwa praperadilan Roy Suryo telah berakhir setelah terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2026 .
Roy Suryo pun siap menghadapi sidang pokok perkara yang dijadwalkan pada 17 September 2026 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur . Dia bahkan menantang Jokowi untuk hadir di persidangan . Tapi, apakah publik masih antusias mengikuti "babak akhir" ini? Atau mereka sudah bosan dengan drama yang tak kunjung usai?
Dokter Tifa: Mengaku "Dikriminalisasi"
Sementara itu, Dokter Tifa juga tetap berjuang di jalur hukum. Ia mengaku tetap yakin dirinya dikriminalisasi meskipun Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyusun surat dakwaan baru untuk kasusnya . Dakwaan baru ini dibuat setelah dakwaan sebelumnya dinyatakan batal demi hukum .
Menurut Dokter Tifa, surat dakwaan baru hanya merapikan masalah teknis terkait penggunaan KUHAP, dan tidak mengubah substansi perkara. Ia juga merasa tidak memiliki bahan baru yang memberatkannya . Pernyataan ini menunjukkan bahwa Dokter Tifa masih konsisten dengan narasi "kriminalisasi".
Namun, ada juga sorotan negatif. Dokter Tifa pernah absen dalam sidang pembacaan dakwaan jilid 2, dan sidang pun ditunda . Kuasa hukumnya membantah bahwa ia mangkir, tetapi ketidakhadirannya tetap menjadi catatan . Apakah ini pertanda ia mulai "kendor" atau masih ada strategi di balik layar?
Kondisi yang Sulit: Ditinggalkan Pendukung?
Ada beberapa faktor yang membuat Roy Suryo dan Dokter Tifa mungkin mulai "ditinggalkan":
1. Bosan dengan Isu yang Berlarut-larut: Publik mungkin sudah lelah dengan isu ijazah yang tak kunjung menemukan titik terang, apalagi setelah keduanya terjerat kasus hukum.
2. Munculnya "Wajah Baru": Munculnya nama-nama seperti Mercy Sihombing dan Denny Indrayana dengan cara-cara baru (gugatan PTUN dan sayembara) mungkin membuat sorotan publik beralih.
3. Fokus pada Isu Lain: Pemberitaan politik sedang ramai dengan isu lain, misalnya soal strategi koalisi di Pilpres 2029 atau peristiwa lain seperti penangkapan Dokter Tifa yang sempat heboh karena terjadi di sela-sela ujian disertasinya . Hal ini membuat isu ijazah menjadi "tenggelam" dan kehilangan daya pikatnya.
4. Dilema Hukum yang Berkepanjangan: Kasus hukum yang menjerat mereka membuat mereka lebih banyak dihujat atau dianggap "bermasalah", bukan lagi diperjuangkan sebagai "pahlawan kebenaran".
π Dari "Pahlawan" ke "Tersangka"
Dulu Roy Suryo dan Dokter Tifa mungkin dianggap sebagai "pahlawan" oleh sebagian pihak yang mendukung isu ijazah. Kini, status mereka sebagai tersangka dan upaya hukum yang berliku membuat mereka lebih terlihat sebagai "korban hukum" atau bahkan "pembuat onar". Pendukung yang dulu mungkin mulai ragu dan mencari figur baru yang lebih "bersih".
π§ Kesimpulan
Roy Suryo dan Dokter Tifa memang mulai kehilangan "panggung" dan perhatian publik. Mereka lebih sibuk membela diri di pengadilan daripada "berjuang" di depan publik. Munculnya "wajah-wajah baru" dengan pendekatan yang berbeda semakin menggeser posisi mereka. Mereka mungkin masih memiliki pendukung setia, tetapi sorotan utama kini mulai bergeser. Mereka mulai ditinggalkan oleh zaman dan publik yang cepat bosan. ππ₯
Bagaimana menurut Kadang MPA? Komen di bawah! π
"MPA Official - Media Politik Asik yang Nggak Bikin Pusing!" π

Tidak ada komentar
Posting Komentar