Purbaya Dicopot! Bandel Apa Ada Strategi Prabowo?
Strategi Prabowo di Balik Pencopotan Purbaya dari Menteri Keuangan
By: MPA Official
Kadang MPA yang budiman! Dunia politik dan ekonomi Indonesia kembali berguncang. Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Posisinya digantikan oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan .
Pencopotan ini terjadi hanya 12 bulan setelah Purbaya dilantik untuk menggantikan Sri Mulyani. Yang bikin makin menarik, ini adalah reshuffle keenam sejak pemerintahan Prabowo-Gibran dimulai . Ada apa gerangan di balik semua ini? Yuk, kita bedah!
![]() |
Strategi Prabowo di Balik Pencopotan Purbaya dari Menteri Keuangan |
Gebrakan Purbaya: Rombak 400 Pejabat Kemenkeu
Empat hari sebelum dicopot, tepatnya pada Kamis, 10 September 2026, Purbaya melakukan gebrakan besar-besaran. Ia merombak sekitar 50 pejabat Eselon II dan 350 pejabat Eselon III di lingkungan Kementerian Keuangan .
Perombakan ini menyasar berbagai unit, terutama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . Purbaya beralasan bahwa perubahan jabatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kemenkeu lebih adaptif .
Tapi, apakah ini benar-benar alasan utamanya?
Akui Purbaya: "Sebagian Iya"
Yang bikin makin panas, Purbaya sendiri mengakui bahwa perombakan tersebut berkaitan dengan pencopotannya. Saat ditanya apakah rombak pejabat menjadi alasan dirinya dicopot, ia menjawab singkat: "Sebagian ada (karena perombakan pejabat). Sebagian iya" .
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa pergantian menteri adalah hak prerogatif Presiden dan ia menerima keputusan tersebut .
"Nama-Nama Ajaib" di DJP dan Bea Cukai
Setelah Purbaya lengser, para mantan bawahannya langsung bersuara. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, meminta perombakan tersebut dibatalkan .
Alasannya? Bimo menemukan adanya "nama-nama ajaib" yang tidak mengikuti proses assessment talent management . Artinya, ada pejabat yang melompati prosedur seleksi yang seharusnya dijalani semua pegawai.
"Itu kan usulan kita rotasi itu, cuma memang ada beberapa yang nama-nama 'ajaib' yang tidak ikut proses assessment talent management" .
Bimo menambahkan bahwa kehadiran pejabat yang melompati prosedur memberikan sinyal negatif bagi pegawai lain yang telah bersusah payah mengikuti seluruh tahapan ujian .
Bantahan Istana: Bukan Karena Rombak Pejabat
Menariknya, Istana membantah bahwa pencopotan Purbaya berkaitan dengan perombakan pejabat. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, menegaskan bahwa pergantian menteri adalah hal yang lumrah .
"Itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya tidak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya menteri, wakil menteri siap diganti" .
Menurut Bambang, reshuffle adalah hak prerogatif Presiden dan bisa terjadi kapan saja .
Isu Lain: Perbedaan Persepsi dengan Bank Indonesia
Ekonom Universitas Sebelas Maret (UNS), Mulyanto, menyoroti tiga hal yang mungkin menjadi pertimbangan Prabowo mencopot Purbaya .
Pertama, adanya perbedaan persepsi antara Kemenkeu dan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikaitkan dengan pengunduran diri Gubernur BI, Perry Warjiyo, pada akhir Juli 2026 karena pertentangan di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) .
Kedua, kebijakan pengaliran dana Rp200 triliun ke bank Himbara yang diusulkan Purbaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Mulyanto menyebut ada kekhawatiran dari sisi BI bahwa dana tersebut tidak digunakan untuk ekspansi kredit, melainkan dialihkan untuk pembelian dolar .
Ketiga, mutasi besar-besaran dan laporan dari internal kementerian kepada Presiden turut menjadi pertimbangan .
Nasib Ratusan Pejabat di Tangan Suahasil
Kini, nasib ratusan pejabat yang sudah telanjur dirombak Purbaya ada di tangan Suahasil Nazara. Menkeu baru ini telah menyatakan akan mempelajari proses dan keputusan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pelantikan sejumlah pejabat .
Suahasil juga menegaskan komitmennya untuk melaksanakan talent management dan reformasi birokrasi dengan sebaik-baiknya .
Ekonom menilai penunjukan Suahasil mendapat respons positif dari pasar karena rekam jejaknya yang panjang di Kemenkeu, baik sebagai Wamen maupun Kepala Badan Kebijakan Fiskal .
Kesimpulan: Strategi Konsolidasi atau Evaluasi Kinerja?
Kadang MPA, dari semua fakta di atas, ada beberapa kemungkinan yang bisa kita tarik:
- Pertama, pencopotan Purbaya bisa jadi bagian dari konsolidasi kebijakan fiskal agar lebih sejalan dengan visi Prabowo.
- Kedua, rombak pejabat yang dilakukan Purbaya memang memicu polemik internal yang membuat Istana turun tangan.
- Ketiga, ada perbedaan persepsi antara Kemenkeu dan BI soal pengelolaan dana Rp200 triliun yang berujung pada reshuffle.
Yang jelas, ini bukan sekadar pergantian menteri biasa. Ada dinamika yang lebih dalam di baliknya. Yang penting, kita terus kawal dan pantau kebijakan fiskal ke depan. ๐๐ฅ
Gimana menurut Kadang MPA? Komen di bawah! ๐
"MPA Official - Media Politik Asik yang Nggak Bikin Pusing!" ๐

Tidak ada komentar
Posting Komentar