Dilantik Jadi Wantimpres, Publik Pertanyakan Konsistensi Rocky Gerung!
Pelantikan Rocky Gerung Jadi Wantimpres: Antara Kebanggaan dan Kecaman
By: MPA Official
Kadang MPA yang budiman! Dunia politik Indonesia kembali dihebohkan dengan langkah tak terduga Presiden Prabowo Subianto. Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Rocky Gerung—akademisi yang dikenal sangat vokal mengkritik pemerintah—resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) . Keputusan ini sontak memicu gelombang reaksi, mulai dari dukungan hingga kecaman pedas.
![]() |
| Dilantik Jadi Wantimpres, Pemuja Rocky Gigit Jari , Publik Pertanyakan Konsistensi Rocky Gerung |
Rocky Gerung: "Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam"
Momen paling menarik terjadi saat Rocky melangkah maju untuk menandatangani berita acara pelantikan. Publik langsung bertanya-tanya: apakah sikap kritisnya akan tetap sama setelah berada di dalam lingkaran kekuasaan?
Rocky menjawab dengan tegas: "Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap dan pandangan saya tetap radical break."
Ia bahkan menambahkan: "Justru lebih enak di dalam."
Menurut Rocky, Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Tugasnya adalah melihat ekses-ekses kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah kebijakan agar sesuai dengan visi presiden .
"Bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan," tegasnya .
Kecaman dari Pengamat Politik Terhadap Rocky Gerung
Namun, tidak semua pihak menyambut baik langkah ini. Pengamat politik Heru Subagia menilai penunjukan Rocky sebagai paradoks etis .
Heru menyoroti pidato Prabowo pada perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta, di mana Presiden sempat melontarkan sindiran pedas:
"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok."
Menurut Heru, pernyataan ini menjadi landasan argumentasi bahwa Rocky sudah tidak layak dan pantas menjadi Wantimpres. "Banyak paradoks muncul ketika seorang intelektual seperti Rocky harus memberikan masukan kepada Presiden Prabowo yang selama ini tidak cukup terbuka terhadap kritik," ujarnya .
Kecaman dari Netizen Kepada Rocky gerung : "Era Akal Sehat Berakhir"
Warganet di media sosial X juga ramai-ramai menyoroti pelantikan Rocky. Beberapa menyayangkan sikap Rocky yang biasanya mengkritik pemerintah, kini justru merapat ke lingkar kekuasaan .
"Era akal sehat sudah berakhir gaess, ganti era kedunguan mutlak," cuit akun @DoankWarto .
Ada juga yang menertawakan rekam jejak Rocky yang pernah mencaci Prabowo. "Jejak digital itu garing," tulis akun @yaniarsim sambil mengunggah video lama Rocky .
Seorang netizen bahkan mengingatkan: "Jangan percaya pada pakar, politikus, cendekiawan, bahkan kiai sekali pun. Sebab suatu saat dia berpotensi untuk berkhianat."
Analisis: Strategi Prabowo Menetralisir "Orang Jokowi"
Analis komunikasi politik Unpad, Kunto Adi Wibowo, melihat langkah ini dari sudut pandang strategi politik. Menurutnya, Rocky bisa menjadi penetralisir pengaruh orang-orang dekat Jokowi di dalam Wantimpres .
Di Wantimpres, ada nama-nama seperti Pratikno, Anwar Usman, dan Muhammad Qodari yang dikenal dekat dengan Jokowi. "Salah satu penetralisirnya di Wantimpres ya Rocky Gerung," kata Kunto .
Kunto juga menilai bahwa dari awal, Rocky memang terlihat lebih pro ke Prabowo dibandingkan era Jokowi . Hal ini terlihat dari komentar-komentarnya di berbagai podcast dan media yang tidak berhadap-hadapan dengan pemerintahan Prabowo.
Ujian Nyali Rocky Gerung : Masih Kritis atau Terbuai Kekuasaan?
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, mengingatkan agar jabatan baru Rocky tidak membuatnya tenggelam dalam kenyamanan kekuasaan .
"Jangan sampai, pasca-masuk ke Wantimpres, Rocky bukan hanya tak bergerung, tetapi juga tenggelam," kata Toto.
Menurutnya, tantangan terbesar Rocky adalah mempertahankan kejernihan berpikir dan keberanian menyampaikan masukan secara lugas kepada Presiden. "Apakah sikap kritis yang selama ini ia suarakan dari luar dapat tetap hidup ketika ia berada di dalam lingkar pemerintahan," ungkapnya .
Kesimpulan: Konsistensi Diuji
Kadang MPA, pelantikan Rocky Gerung ini adalah ujian besar bagi konsistensinya. Ia kini berada di posisi yang ironis: seorang pengkritik yang duduk di kursi penasihat. Apakah ia akan tetap vokal, atau justru melunak karena jabatan?
Yang pasti, publik akan terus mengawasi. Seperti kata Rocky sendiri: "Saya cuma pindah dari luar ke dalam." Kita lihat saja, apakah "radical break" itu masih hidup di dalam Istana. ππ₯
Bagaimana pendapat Kadang MPA tentang pelantikan Rocky Gerung? Komen di bawah! π
"MPA Official - Media Politik Asik yang Nggak Bikin Pusing!" π

Tidak ada komentar
Posting Komentar