Hot News

Pertanyakan Ijazah Gibran, Kini Pendidikan Anak Mercy Sihombing Balik Dipertanyakan Netizen!

Pertanyakan Ijazah Gibran, Kini Pendidikan Anak Mercy Sihombing Balik Dipertanyakan Netizen!

 Kejanggalan Yayasan Pendidikan Mercy Sihombing dan Proses Pendidikan Anaknya

By: MPA Official


Kadang MPA yang kece badai! Isu seputar Mercy Sihombing—penggugat Suket penyetaraan ijazah Gibran—kini berbalik menyerangnya. Di tengah vokalnya mempersoalkan keabsahan dokumen pendidikan Gibran, publik justru disuguhkan fakta-fakta mengejutkan tentang kejanggalan di yayasan pendidikan yang dipimpinnya sendiri. Miris, bukan? πŸ˜„

Pertanyakan Ijazah Gibran, Kini Pendidikan Anak Mercy Sihombing Balik Dipertanyakan!


1. Dana BOP PKB Mercy Sihombing Rp45 Juta untuk Satu Siswa?

Konsultan Pendidikan, Ina Liem, mempertanyakan kriteria penilaian kinerja PKBM oleh Kemendikdasmen. Mercy Smart, lembaga kejar paket milik Mercy Sihombing, disebut tidak terakreditasi dan hanya memiliki satu siswa, namun menerima dana operasional Rp45 juta dalam kategori "berkinerja terbaik". Pertanyaan besar: bagaimana lembaga dengan satu siswa bisa mendapat dana sebesar itu? Ina Liem juga mempertanyakan data peserta didik dan kegiatan belajar yang diduga fiktif, serta mengkritik kurangnya transparansi dari Kemendikdasmen. "Inspektorat pada kemana? DPR pada kemana? Inilah yang seharusnya di-crosscheck," ujarnya .

Ini menjadi ironi besar. Mercy Sihombing vokal mempertanyakan prosedur pendidikan orang lain, tapi di lembaganya sendiri, ada dugaan prosedur yang tak kalah meragukan.


2. Ijazah Anak Mercy Sihombing : Dari Homeschooling ke Luar Negeri

Mercy Sihombing dikenal sebagai pegiat homeschooling dan pendiri Sekolah Megana (PKBM MercySmart) sejak 2004. Di sekolah ini, siswa bisa mendapatkan ijazah setara sekolah formal dan disiapkan untuk kuliah di luar negeri .

Anak-anaknya sendiri adalah produk dari sistem ini. Ruth Christie Kirana, putri sulung Mercy, meraih beasiswa Kominfo dan lulus Master of Public Policy dari Tsinghua University, China, pada usia 21 tahun . Andre Christoga Pramaditya, putra keduanya, masuk Universitas Indonesia pada usia 16 tahun .

Keberhasilan ini mengundang pertanyaan: bagaimana proses "penyetaraan ijazah" bagi anak-anak Mercy? Apakah melalui prosedur yang sama ketatnya dengan yang dituntutnya dari pemerintah? Di satu sisi, dia mempertanyakan proses setara untuk Gibran, tapi di sisi lain, anak-anaknya justru menjadi contoh "lompatan" dalam sistem pendidikan formal .


3. "Everybody Pansos": Sindiran yang Berbalik Ke Mercy Sihombing

Mercy Sihombing pernah mendapat sindiran "pansos" (panjat sosial) dari Ketua Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, terkait gugatannya. Mercy membalas dengan santai: "Everybody pansos, kenapa nggak. Jangan munafik deh" . Kini, sindiran itu terasa semakin mengena. Di balik narasi perjuangan keadilan dan integritas pendidikan, muncul kejanggalan di lembaga pendidikannya sendiri.


Kesimpulan

Mercy Sihombing boleh saja membawa narasi besar tentang keadilan dan moral pendidikan. Namun, konsistensi adalah harga mati. Ketika ia mempertanyakan prosedur penyetaraan ijazah orang lain, publik berhak bertanya: apakah dirinya sendiri sudah bersih dari kejanggalan yang sama? Mulai dari dana operasional Rp45 juta untuk satu siswa, hingga proses pendidikan anak-anaknya yang tampak "spesial", semua ini membuat narasi yang dibangunnya mulai retak. πŸ˜„πŸ”₯

Artikel terkait 

Belum Habis si Suryo terbit si Hombing 

Gimana menurut Kadang MPA? Komen di bawah! πŸ˜„


"MPA Official - Media Politik Asik yang Nggak Bikin Pusing!" πŸ˜„

Tidak ada komentar

πŸ“’ Follow untuk bacaan asik lainnya! πŸ˜„

πŸ‘‰πŸΌ Ikuti MPA OfficialπŸ‘ˆπŸΌ